17 Desember 2008

Contoh naskah drama


MENGANALISIS DRAMA

“SAKIT ANEH SANG BAGINDA”



OLEH

RIKARDUS PAIRE BANI

NIM:061 644 021

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

2008

“SAKIT ANEH SANG BAGINDA”

Narator : Disebuah negeri timur tengah, berdrilah sebuah kerajaan yang sangat besar dan megah. Tanahnya subur dan berlimpah ruah hasilnya, membuat rakyatnya hidup rukun dan sejah terah. Apalagi kerjaan itu dipimpin oleh seorang raja yang tampan dan gagah berani, membuat negeri itu aman dan damai. Saksikanlah……….!!!

Adegan I

Baginda : (Sambil meletakan swendoknya dalam piringya Islu menarik nafas panjang dalam-dalam dengan tatapan matanya, yang sayup memperhatikan hidangan yang disiapkan). Permaisuriku….?

Permaisuri : ”Ada apa bagindaku…..?

Baginda : “Begini permaisuriku, perutku tersa kering dan mual-mual, rasanya mau muntah sehingga selera makanku menjadi hilang”

Permaisuri : “Ma’af bagindaku, mungkin masakannya kurang enak ya?”

Baginda : “Tidak permaisuriku, makananya sudah enak sekali.”

Pemaisuri : (Permaisuri tidak putus asa, lau memanggil dayangnya). “Dayang….dayang, kemarilah….!

Dayang : (Dengan rergesah-gesah sambil membungkukan badan). “permaisuri memanggil hamba….?”

Pemaisuri : “Ambilkan masan jamur untuk baginda!”

Dayang : “ Baiklah, hamba segera melaksanakan tittah paduka.” (sambil memebawa makanan), “ini makanan untuk paduka, permaisuri”

Permaisuri : “Kembalilah danyangku. Paduka cobalah makan ini mungkin bias mengembalikan selerah makan baginda.”

Baginda :(Mengambil satu sendok nasi lalu mencicipinya…..kemudian)”kauk…kuak…kuak.” (sampai muntah)

Permaisuri : (Dengan tergesah-gesah). “dayang…..dayang…tolong panggilkan tabib kerajaan!”

Dayang : “Ia permaisuri (dengan tergesah-gesah dayang keluar dari ruangan itu dan memanggil tabib. Kemudian dalam waktu yang singkat, dayang kembali dengan seorang tabib kerajaan).

Tabit : “ Ampun permaisuri, adakah yang bisa hambah perbuat….?”

Permaisuri : “Begini tabib, hampir sebulan ini selerah makan baginda terganggu.”

Tabit : “Hamba mohon ampun baginda, ijinkan hamba memeriksa keadaan baginda. (tabib mendekati baginda dan langsung memeriksanya).

Permaisuri : “Bagaimana keadaannya….tabib….?”

Tabib : “Mohon ampun paduka, hamba tidak dapat menemukan penyakit dalam diri baginda, sekali lagi ma’af permaisuri.”

Permaisuri : (Menggeleng-gelengkan kepalanya), “bagaimana ini tabib, apakah tidak ada jalan lain lagi untuk mengetahui penyakit baginda raja….?

Tabib : “Mohon amapun permaisuri, hamba sarankan kalau bisa memanggil abunawas yang mungkin bisa menyembuhkan penyakit baginda raja.

Narator : Pergilah tabib menemui abunawas dan berceritalah mereka tentang penyakit aneh sang baginda raja. Apakah baginda raja dapat disembuhkan…? Apakah abunawas mampu melakukan yang terbaik unttu baginda raja? Saksikan……..!!!

Adegan II

Tabib : “ Abunawas” (sambil menundukkan kepala). “salam sejahtera baginda raja”

Baginda : Apakah kamu yang bernama abunawas….?

Abunawas : “ Mohon ampun baginda, hamba yang bernama abunawas”

Baginda : “ Apakah kamu bisa mengobati penyakitku ini….?

Abunawas : “ Ampun baginda raja, hamba sudah mendengar semua dari tabib kerajaan tentang apa yang paduka derita.”

Baginda : “ Menurutmu, adakah obat yang bisa menyembuhkan penyakitku ini….?”

Abunawas : “ Ada paduka yang mulia.”

Baginda : (Sambil berdiri dengan wajah yang berseri- seri ). “Obat apakah itu abunawas….?

Abunawas : “ Hamba punya saran, di hutan tutupan ada kijang berbulu putih yang dagingnya sagat lezat.”

Baginda : “ Lalu….?”

Abunawas : “ Syaratnya…. Baginda harus menangkap sendiri kijang berbuluh putih itu, apakah baginda sanggup….?”

Baginda : “ Baiklah abunawas, saya sanggup dan besok pagi kita berangkat.” (tanpa ragu-ragu).

Narator : Kemudian pulanglah abunawas ke rumahnya yang letaknya tidak jauh dari singgasana. Abunawas pulang untuk mempersiapkan senua perlengkapan yang akan dibawah. Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba. Baginda, abunawas dan prajurit kerajaan sudah siap di depan singgasana untuk melakukan perjalanan. Mari…..! kita saksikan adegan berikut ini…..!!!

Adegan III

Baginda : “ Abunawas, apakah semua perlengkapan sudah disiapkan?”

Abunawas : “ Bagaimana prajurit, apakah perlengkapan dari singgasana sudah disiapkan?”

Prajurit 1,11 : “Ampun baginda semuanya sudah siap.”

Baginda : “ Kita berangkat sekarang.”

Narator : Rombongan paduka berangkat dengan membawa perlengkapan berburu, tetapi abunawas sengaja membawa nasih putih, air putih, garam, dan asam. Perjalanan cukup panjang dan melelahkan namun, untuk mencapai tujuan, merekapun dengan bersemangat melanjutkan perjalanannya. Maka tibalah mereka di tegah-tegah hutan. Saksikan…!!!

Adegan IV

Baginda : “ Abunawas, selama perjalanan sampai di tengah hutan ini, tidak satupun binatang yang kita temukan.”

Abunawas : “ Memang betul paduka yang mulia, di sini ada semak-semak duri.”

Baginda : “ Kalau disini hanya semak-semak duri, lalu di mana kijang berbulu putih itu….?”

Abunawas : (Diam sejenak sambil tersenyum). “Begini baginda raja, konon kabar kijang berbulu putih itu muncul secara tiba-tiba.”

Baginda : (Sambil mengusap keringat dan menghela napas panjang). Oh… begitu ya abunawas?

Abunawas : “ Ya baginda raja. Kalau begitu, kita istirahat dulu sambil mencari sumber air.”

Baginda : “ Baiklah abunawas.”

Prajurit 1 : “ Mohon ampun paduka, tidak jauh dari sini ada sumber mata air.”

Abunawas : “ Oh…benar paduka. Lebih baik kita segera ke sana.”

Narrator : Lalu dengan langkah pasti, paduka bersama abunawas, dan prajurit-prajuritnya bergegas menuju sumber mata air dan tidak lama kemudian mereka tiba di sumber mata air tersebut. Saksikan….!!!

Adegan V

Baginda : (Menghela napas panjang). “ oh….indah sekali abunawas keadaan ala mini, airnya sangat jernih yang membuatku tidak tahan lagi untuk meminumnya. Dengan air ini, benar-benar menghilangkan dahagaku.”

Abunawas : “Betul paduka, air sangat jernih.”

Prajurit 1,11 : “Mohon ampun paduka, ijinkan hamba memita paduka untuk beristirahat di sini (menunjukkan tempat yang disediakan).”

Baginda : “Terimah kasih prajuritku.” (berjalan memnuju tempat istirahat)

Abunawas : “Ampun baginda, ijinkan hamba untuk mencari ikan di muara itu. (sambil menuju ke arah muara yang tidak jauh dari peristirahatan mereka).”

Baginda : “Oh…silakan abunawas, kebetulan perutku sudah lapar.”

Abunawas : “mohon ampun baginda, hamba dan prajurit segera mencari ikan di sana.”

Narrator : Lalu abunawas bersama prajurit menuju ke muara. Saksikan apakah mereka benar-benar menemukan ikan di muara….?

Adegan VI

Prajurit 11 : “Abunawas, lihatlah ternyata di muara ini banyak sekali ikannya dan sungguh menakjutkan.”

Abunawas : “Oh….betul sekali prajurit.jika kita bisa menangkapnya maka kita akan menikmatinya sampai puas. (sambil menanjapkan sebilah bambu yang sudah diruncing ke arah ikan-ikan di muara).”

Narrator : Berkali-kali abunawas menancapkan bambu ke arah ikan, sehingga ia mendapat beberapa ikan yang sangat besar. Lalu abunawas bersama prajurit bergegas menuju ke tempat baginda beristirahat, sambil membawa ikan hasil tangkapan mereka.

Prajurit 1 : “Mohon ampun baginda, abunawas dan prajurit sudah dating dan membawa bebberapa ikan hasil tangkapan.”

Baginda : “Oh…ikannya besar sekali, rupanya mereka pandai menangkap ikan.”

Abunawas dan prajurit: (dengan wajah tersenyum, tibalah mereka di tempat peristirahatan baginda raja).

Abunawas : “Mohon ampun baginda raja, imilah ikan tangkapan kami.”

Baginda : “kalau begitu bakarlah ikan-ikan itu.”

Abunawas : “Baiklah baginda, hamba akan melakukan perintah.” (sambil tersenyum).

Narator : Bergegaslah abunawas membakar ikan hasil tangkapan mereka dengan hati gembira, abumawas mengkipas bara api sehingga aroma ikan-ikan itu tercium hidung baginda raja. Setelah ikan-ikan itu matang, abunawas membuka bungkusan bekal yang dibawanya. Saksikan…..!!!

Adegan VII

Abunawas : (Sambil menyungguhkan ikan baker yang lezat itu kehadapan baginda raja ). “ampun baginda, ijinkan hamba mempersilakan paduka menikmati ikan-ikan bakar ini.”

Baginda : “Terimah kasih abunawas.”

Narrator : Ternyata baginda raja sangat menikmati masakan-masakan yang sudah disiapkan abunawas bersama prajuritnya. Saksikan…..!!!

Adegan VIII

Baginda : “Abunawas, ikannya enak sekali seperti makanan ini akan saya habiskan.”

Abunawas : “Ampun baginda raja, dengan makanan ini apaka selerah makan baginda sudah pulih kembali?”

Baginda : “Ya, rasanya selerah makanku sudah pulih. Kalau begitu lanjutkan perjalanan mencari kijang berbulu putih itu.”

Abunawas : “Ampun baginda raja, sebenarnya kijang berbulu putih itu tidak ada.”

Baginda : “lalu, bagaimana kita harus mendapatkan obat unttuk penyakitku ini?”

Abunawas : “Mohon ampun baginda, baginda tidak perlu mencari obat lagi, karena selerah makan baginda sudah pulih kembali.”

Baginda : “Kamu benar-benar abunawas, penyakit anehku sudah sembuh. Bagaimana ini bisa terjadi?”

Abunawas : “Menurut hamba, sebenarnya baginda tida menderita penyakit apapun karena selama ini ketika makan, perut baginda belum terasa lapar apa lagi baginda tidak banyak bergerak.”

Baginda : “Kamu benar-benar cerdik abunawas, kalau begitu lain waktu kita berburu lagi.”

Abunawas : (Sambil tertawa terbahak-bahak) “ha…..ha….ha……ha…….”

Narator : Demikianlah kisah cerita “ SAKIT ANEH SANG BAGINDA” yang membuat kita semakin penasaran untuk mencari tahu apakah kijang putih itu benar-benar ada? sebaga akhir kata “saya ingin menyampaikan mohon ma’af dari hati yang paling dalam bila ada kata-kata dan kalimat yang kurang menyenang di hati para pembaca.”

“TERIMAH KASIH”

A. Tema : ABUNAWAS YANG CERDIK

B. Latar atau Seting

1. Tempat

a. Disebuah negeri timur tengah. Disebuah kerajaan yang sangat besar dan megah.

b. Di tengah hutan

c. Di pinggir sebuah muara

2. Waktu

a. Pada pagi hari

b. Pada siang hari

C. Alur atau Plot

(Tahapan Alur Drama)

1. Pemaparan atau eksposisi : disebuah negeri timur tengah. Disebuah kerajaan yang sangat besar dan megah.

2. Komplikasi : tabib yang menemukan adanya penyakit pada sang baginda

3. Klimaks : abunawas mempunyai obat yang bisa menyembuhkan penyakit baginda yaitu berburu kijang beebulu putih.

4. Penyelesaian/katastrota : baginda tidak memiliki penyakit, dia hanya kurang bergerak.

D. Penokohan atau Perwatakan

Perwatakan Batin

1. Baginda : Tidak nudah putus asa

2. permaisuri : Tidak nudah putus asa, mengurus baginda yang sedang sakit.

3. Dayang-dayang : Selalu setia melayani baginda dan permaisuri

4. Tabib : Bijasana dalam memberi jalan keluar untuk menyembuhkan baginda raja.

5. Prajurit : Setia menemani baginda raja disaat berburu

6. Abunawas : Pintar, cerdik, dan bijaksana

E. Amanat

Agar tidak boleh memperdiksikan sesuatu yang tidak kita ketahui kebenarannya, dan harus saling talong-menolong kepada sesama yang membutuhkan bantuan kita.

10 Desember 2008

HAKEKAT IPA


OLEH: RIKARDUS PAIRE BANI

NIM:061 644 021

HAKEKAT IPA

A. IPA Sebagai Produk

Ipa sebagai produk adalah ilmu yang mempelajari tentang penelitian yang bersifat nya yang berdasarkan fakta-fakta, konsep-konsep, prinsip-prinsip dan teori yang ada di IPA.

1. Fakta dalam IPA

Fakta dalam IPA yaitu suatu peryataan tentang benda yang berdasarkan kebenaran atau peristiwa yang benar-benar terjadi, dan sudah dikonfirmasikan serta mendapatkan data yang secara objektif.

2. Konsep dalam IPA

Konsep adalah suatu ide atau rencana yang mempersatukan fakta-fakta yang ada pada IPA.

3. Prisip dalam IPA

Prinsip dalam IPA adalah generalisasi dalam hubungan antara konsep-konsep yang ada dalam IPA.

4. Teori ilmiah

Teori ilmiah merupakan kejadian-kejadian yang lebih luas berdasarkan fakta, konsep, dan prinsip.

B. IPA Sebagai Proses

IPA sebagai proses yaitu untuk memahami begaimana mengumpulkan data yang berdasarkan fakta, dan bagaimana menggabungkan data yang berdasarkan keterampilan proses, pengamatan, dan penarikan kesimpulan yang ada pada IPA.

C. Konsep Hakekat IPA Sebagai Pamukan Sikap Ilmiah

Yang dimaksud konsep hakekat IPA sebagai pemupukan sikap ilmiah yaitu untuik mengetahui dan mengembangkan sikap seorang anak yang mencakup beberapa sikap ilmiah yang sesuai dengan tahap perkembangan koognitifnya.

PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES

Pendekatan keterampilan proses dapat diartikan sebagai wawasan atau urutan pengembangan keterampilan-keterampilan intelektual, social, dan fisik yang bersuber dari kemampuan yang mendasar pada prinsip yang telah ada dalam diri siswa. Aspek-aspek yang ada dalam keterampilan proses IPA, yaitu:

1. Mengamati atau mengobservasi

2. Keterampilan mengklasifikasi

3. Keterampilan memprediksi

4. Keterampilan variable

5. Keterampilan merencanakan dan melaksanakan penelitian eksperimen

6. Keterampilan menyimpulkan

7. Keterampilan mengaplikasikan

8. Keterampilan menkomunikasikan

TEORI KONSTRUKTIVISME

A. Pengertian Konstuktivisme

pengertian konstuktivisme berdasarkan apa yang saya pahami konstruktivisme yaitu suatu proses pemahaman yang bersifat membangun, membina, dan memperbaiki dalam struktur koognitif seorang anak berdasarkan pengalaman.

B. Ciri-ciri Kontruktivisme

Ciri-ciri konstruktivisme yang saya pahami yaitu:

1. Pengetahuan dikembangkan secara aktif pada diri siswa dan tidak pasif dari lingkungan sekitar.

2. Membina pengetahuan siswa berdasarkan dari pengalaman masing-masing dan pengetahuan yang sudah ada dari diri siswa itu sendiri.

3. Setiap siswa mempunyai peran dalam menentukan apa yang akan dipelajari oleh mereka sendiri.

C. Macam-macam Konstruktivisme

1. Konstruktivisme radikat

Konstruktivisme radikat yaitu suatu yang mengesampingkan hubungan pengetahuan dan kenyataan sebagai criteria kebenaran, serta pengaturan atau organisasi dari suatu objek yang dibentuk seseorang.

2. Realisme hipotesis

Memandang pengetahuan sebagai suatu hipotesis dari suatu kenyataan dan sedang berkembang menuju pengetahuan yang dekat dengan pengetahuan yang realitis, berdasarkan pengamatan yang salah menafsirkan sesuatu sebelum kita mengetahui yang sebenarnya.

3. Konstruktivisme yang biasa

Memandang bahwa pengetahuan sebagai suatu gambaran yang dibentuk berdasarkan dari kenyataan suatu objek.

D. Prinsip Dasar Konstruktivisme Dalam Praktik Pembelajaran

Prinsip dasar konstruktivisme dalam praktik pembelajaran, yaitu:

1. Konstruktivisme lebih mengutamakan pembelajaran pengetahuan yang dikembangkan oleh siswa sendiri berdasarkan pengelaman dari hasil pembelajaran.

2. Memberikan siswa untuk mendapatkan kesempatan yang seluas-luasnya untuk menemukan dan menerapkan idenya sendiri.

3. Guru memberikan suatu kebebasan kepada siswa untuk menerapkan strateginyadalam belajar.

4. Melalui pengelaman seorang siswa dapat mengembangkan ilmu pengetahuan yang ia miliki.

PENGERTIAN SAINS, TEKNOLOGI, DAN MASYARAKAT

A. Pengertian Sains

Sains adalah aktivitas pemecahan masalah yang dilakukan oleh manusia yang memotivasikan rasa ingin tahu tentang dunia sekitar mereka dan memepunyai keinginan untuk memahami alam, serta keinginan untuk memperdaya, mengelolah, menggunakan alam dalam rangka memperluas keinginan dan kebutuhannya.

B. Teknologi

Teknologi merupakan suatu konsep yang luas dan mempunyai dari suatu aspek, serta pembangunan dengan menggunakan alat-alat, mesin, serta bahan yang canggih untuk menyelesaikan masalah manusia.

C. Masyarakat

Masyarakat suatu rangkaian yang hidup dalam suatu lingkungan dan memiliki hubungan dengan orang lain. Dan dalam pemmbelajaran IPA, masyarakat mempunyai peran penting serta tajuk utama dalam penyelidikan sains kemasyaratan.

HUBUNGAN ANTARA SAINS, TEKNOLOGI, DAN MASYARAKAT

A. Sains dan Teknologi

Sains dan teknologi merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, dimana sains merupakan suatu pengetahuan yang didapat dengan cara sistematis tentang perilaku dari segala fenomena yang ada di bumi ini. Sedangkan teknologi merupakan suatu konsep yang luas dan memiliki lebih dari satu aspek, dimana aspek tersebut saling berkaitan dengan beberapa aspek yaitu aspek pembangunan dan penggunaan alat-alat, bahan, proses dan ekonomi.

B. Teknologi dan Masyarakat

Pada era globalisasi seperti sekarang ini, perkembangan teknologi sangat berpengaruh terhadap masyarakat. Pengaruh teknologi terhadap masyarakat antara lain ada yang berdampak positif dan ada juga yang berdampak negatif.

C. Sains dan Masyarakat

Berdasarkan pengetahuan dan pengalaman, sains merupakan kaitan yang sangat erat dengan masyarakat (siswa dalam proses pembelajaran IPA di SD), baik dalam kehidupan sehari-hari, serta memiliki keterampilan tentang alam di sekitarnya untuk mengembangkan pengetahuan tentang proses, dan mampu menerapkan berbagai konsep tentang IPA untuk menjelaskan gejala-gejala alam yang ada di sekitarnya.

MENGEMAS SAINS, TEKNOLOGI, DAN MASYARAKAT DALAM PENGAJARAN SEKOLAH

Sains, teknologi, dan masyarakat merupakan suatu keuthan yang tidak dapat dipisahkan. Dari salah satunya yaitu untuk dapat menciptakan sumberdaya manusia yang berkualitas. Jadi guru dalam pengajaran dapat menggunakan dari beberapa metode ini. Pendekatan paling penting yang sesuai dengan pembelajaran yaitu pendekatan IPTEK. IPTEK adalah pendekatan sain teknologi dan masyarakat (STM).pendekatan ini dapat digolongkan menjadi dua konteks, yaitu:

1. Interaksi sehari-hari dengan dunia sekitarnya

2. Melibatkan cakupan yang lebih luas antara sains melalui teknologi terhadap masyarakatdengan tijuan ini pengajaran sains bergerak keluar dari sekedar pengajaran sains di kelas.

TEORI PERKEMBANGAN KOOGNITIF ANAK MENURUT JEAN PIAGET DAN PENERAPANNYA DALAM PENGAJARAN IPA DI SD

A. Teori Jean Piaget Mengenai Perkembangan Koognitif

Pada proses dan perkembangaan belajar dianak usia SD kebanyakan memiliki berbagai kecenderungan. Kecenderungan tersebut diantaranya:

1. Beranjak dari hal-hal yang nyata, rill serta konkret

2. Memandang yang dipelajari adalah suatu keutuhan

3. Serta terpadu melalui proses manipulatif

Di teori piaget ini, ahli psikologi koognitif beranggapan bahwa pengetahuan dibangun dalam pikiran pesrta itu sendiri. Piaget juga mempergunakan istilah skemata untuk mengacu struktur koognitif yang merupakan suatu dasar dari tingkah laku, yang berkaitan dengan kegiatan mental serta cara-cara untuk merespon terhadap pengalaman yang berbeda secara kualitatif terhadap anak yang berbeda tahap perkembangannya.

B. Proses Koognitif

Yang dimaksud dengan proses koognitif yaitu terjadinya modifikasi atau perubahan struktur koognitif secara terus menerus pada anak-anak sebagai proses dan respons terhadap pengalaman yang ada di sekitarnya.

C. Tahap-tahap Perkembangan Menurut Jean Piaget

Pada tahap ini, piaget mengidentifikasikan empat tahap perkembangan koognitif anak-anak, sebagai berikut:

1. Tahap sensorimotor (0 bulan-2 tahun)

2. Tahap praoprasional (2-7 tahun)

3. Tahap oprasional konkret (7-11 tahun)

4. Tahap oprasional formal (11-15 tahun)

D. Penerapan Teori Piaget Dalam Pengajara Ipa Di Sd

1. Belajar Melalui Perbuatan

menurut piaget, tidak ada belajar tanpa perbuatan, ini disebabkan perkembangan intelektual anak dan emosinya anak dipengaruhi secara langsung keterlibatannya secara fisik dan mental dengan lingkungan yang ada di sekitarnya.

2. Perlu Berbagai Variasi Kegiatan Dalam Proses Belajar Mengajar

sebagaimana tentunya dengan memperhatikan teori piaget tentang empat tahap perkembangan intelektual anak yang sudah dibahas sebelumnya. Oleh karena itu diberitahukan kepada guru agar dapat menyajikan berbagai variasi kegiatan dengan maksud agar dapat diikuti oleh anak-anak dari tahap perkembangannya masih sangat rendah.

3. Guru Perlu Mengenalkan Tingakat Perkembangan Siswanya

pada tahap ini seorang guru harus benar-benar menguasai anak muridnya dari perbedaan-perbedaan pada setiap individual dalam perkembangan intelektualnya. Dengan demikian juga guru dapat memberikan kegiatan belajar yang tepat bagi setiap anak sehingga sangat diharapkan pelajaran dapat lebih efektif dalam suatu tujuan yang ingi dicapai.

4. perlu latihan yang berulang untuk mengembangkan berpikir oprasional

yang dimaksud berpikir oprasional menurut teori piaget adalah mencakup menambah, mengurangi, menggolongkan, da n sebagainya.

PEMBELAJARAN TERPADU DALAM IP SD

Pembelajaran terpadu yaitu pembelajaran yang mengacu pada hal-hal yang konkret yang berkaitan dengan pembelajaran lain dalam proses pembelajaran IPA. Yang dimaksud dengan keterkaitan pembelajaran IPA dengan pembelajaran lain yaitu saling terpadu. Pembelajaran IPA merupakan praktik pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan koognitif anak.

A. Tujuan Pembelajaran Terpadu

1. Meningkatkan efisien dan efektivitas dalam pembelajaran

2. Meningkatkan minat dan motivasi siswa dalam pembelajaran ipa khususnya

3. Beberapa kompetensi dapat dicapai sekaligus, serta dapat menghemat waktu, tenaga, sarana, serta biaya

B. Kekuatan dan Manfaat Melalui Pelaksanaan Pembeklajaran Terpadu

1. Dengan menggunakan berbagai bidang studi akan terjadi penghematan waktu dan tumpang tindih materi juga dapat dikurangi bahkan dihilangkan

2. Peserta didik dapat melihat hubungan yang bermakna antara konsep

3. Meningkatkan taraf kecakapan berpikir peserta didik yang dihadapi dengan berbagai gagasan atau pemikiran yang lebih luas

4. Motivasi belajar peserta didik dapat diperbaiki dan ditingkatkan

5. Pembelajaran terpadu membantu menciptakan struktur koognitif yang dapat menghubungkan antara pengetahuan peserta didik dengan pengalaman belajar yang terkait sehingga pemahaman menjadi terorganisasi dan memudahkan pemahaman tentang hubungan materi suatu konteks ke konteks yang lain

6. Meningkatkan motivasi dan kerja sama antara guru dan peserta didik, pesrta didik dengan peserta didik, peserta didik dengan narasumber sehingga belajar lebih menyenangkan, serta belajar yang berdasarkan nyata dalam konteks yang lebih bermakna

C. Kelemahan Dari Pembelajaran Terpadu

1. Aspek Guru

Aspek ini sangat tergantung pada guru yaitu berwawasan luas, memiliki kretifitas tinggi, keterampilan, dan lain-lain.

2. Aspek Siswa

Pembelajaran terpadu lebih menekankan pada kemampuan analtik, kemampuan asosiatif , kemampuan ekporatif dan elaboratif pada siswa.

3. Aspek Sarana dan Sumber Pembelajaran

pada aspek ini sangat membutuhkan sarana dan sumber pembelajaran yang memadai. Jika sarana dan sumber pembelajaran tidak memadai, maka dalam proses pembelajaran tidak berjalan sesuai dengan tujuan yang diinginkan.

4. Aspek Kurikulum

aspek ini harus memiliki kurukulum yang luwes dalam pembelajaran terpadu dalam pembelajaran terpadu demi mencapai suatu tujuan yang diinginkan. Jika dalam proses pembelajaran terpadu kurikulumnya tidak sesuai yang diinginkan, maka proses penbelajaran akan terjadi tumpah tindih dan tidak ketuntasan dalam pencapaian pemahaman siswa.

5. Aspek Penilaian

aspek ini sangat diperlukan, dimana dalam pembelajaran terpadu sangat membutuhkan penilaian yang komprehensif dalam menetapkan keberhasilan peserta didik.